Kupas Tuntas Isi Hatimu... Bukan Bawang di Dapur Ibu Because emotional breakdowns shouldn't make you smell like soto.

 Pernah gak sih, kamu merasa kayak bawang merah?

Dikupas, dicincang, ditumis… dan semua itu atas nama cinta.

Tapi gak ada yang nanya:


> “Kamu baik-baik aja gak sih?”

Padahal kamu juga butuh perhatian, bukan cuma ditumis lalu dibiarkan gosong di dasar wajan kehidupan.


---


💔 Emotional exhaustion itu bukan tanda kamu lemah.

Itu tanda kamu udah terlalu banyak "nolongin masakan orang lain" dan lupa masakin hatimu sendiri.



---


Here's the tea (or sambal):


You don't always need to be "useful."

Kadang kamu cuma perlu diem.

Kayak cabe rawit di pinggir piring—kecil, tajam, dan valid.



---


🧠 Tips mengupas isi hati (bukan bawang!):

1. Stop acting okay when you're not.
Gak semua senyum harus validasi. Kadang, senyuman itu kayak tutup panci: nahan tekanan.


2. Write it down, even if it's ugly.
Kalau hatimu kerasa kaya kulkas habis banjir, ya tulis aja. Becek, tapi jujur.


3. Don’t compare your pain.
Rasa perihmu bukan lomba. Kamu bukan harus lebih sedih dari orang lain buat layak istirahat.




---

So next time kamu ngerasa mau "dikupas,"
Tanya dulu:

> “Ini buat resep hidup siapa? Aku atau orang lain?”



Jangan sampe kamu jadi bawang goreng di cerita orang,
Padahal kamu juga bisa jadi nasi uduk yang utuh dan wangi.


---

❤️ You are not your usefulness.

You are not your productivity.
You are not that bawang.

You are the whole dish.



-with love,Purelight-

Comments

Popular Posts